3 in 1 Program Series: Visiting Professor and Mental Health Practitioner

Departemen Psikologi Universitas Brawijaya bekerja sama dengan University of Leeds mengadakan kegiatan visiting Professor and Mental Health Practitioner yang diselenggarakan selama 2 hari, yaitu 15 dan 22 April 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh hampir 200 mahasiswa Psikologi yang mengambil mata kuliah Kesehatan Mental.

Pada hari pertama, kuliah tamu dosen praktisi mengambil tema “Need Assessment and Selection of Psychoeducation Topic for Community.” yang disampaikan oleh Ibu Ratih Ary Nuraini, M.Psi, Psikolog. Beliau merupakan Psikolog Klinis di Puskesmas Godean Yogyakarta. Ibu Ratih menjelaskan tentang cara menyusun program psikoedukasi yang efektif dan efisien. Beliau juga membagikan pengalamannya saat praktik dan memberikan intervensi di Puskesmas. Selain itu, beliau memberikan pula beberapa tips and trick agar program yang telah dirancang dapat tepat guna. Tidak sampai di situ, beliau juga mengajak partisipan untuk menganalisis fishbone yang dibuat pada tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi dalam menyusun laporan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring.

Pada hari kedua, kegiatan diadakan di Auditorium Merah Universitas Brawijaya dengan mengambil tema “Designing and evaluating psychoeducation for the community”. Yang disampaikan oleh Dr. Madelaine Pownall, sebagai Associate Professor, dan Noor Aqsa sebagai PhD Student di University of Leeds. Kedua pemateri memiliki ketertarikan dalam melakukan penelitian dan menyusun program psikoedukasi. Secara umum, pemateri menyampaikan tentang pentingnya promosi kesehatan mental, model-model perubahan perilaku, serta bagaimana cara menilai dan mengevaluasi efektivitas program yang dibuat. Mereka juga membagikan beberapa pengalaman yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Materi-materi tersebut kemudian mengundang pertanyaan menarik dari para mahasiswa yang kemudian disampaikan pada sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi seluruh mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya sebagai persiapan sebelum melaksanakan promosi kesehatan mental.

Scroll to Top